Selasa, 28 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kelompok Nelayan Desa Sungairujing.
Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Sungairujing dan dihadiri oleh Bapak Zaenal Abidin selaku Kepala Desa Sungairujing, Bapak Ali Ketua BPD Sungairujung, Bapak Gun selaku Ketua Kelompok Nelayan, Bapak Mukri selaku Kepala Dusun Tajung, Bapak Syahrul selaku Kepala Dusun Bukkul, Bapak Rizal selaku pemilik Bengkel 3 Bersaudara, serta delapan perwakilan anggota kelompok nelayan.
Diskusi diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Sungairujing yang menyampaikan kendala yang dihadapi Bengkel Sahabat Nelayan selama ini, yaitu tidak beroperasinya bengkel karena belum tersedianya tenaga mekanik.
Selanjutnya, perwakilan PT Pertamina Lubricants yang diwakili oleh Bapak Mada Ari Fadhilah selaku Tim Taskforce menyampaikan sambutan agar bengkel tersebut dapat kembali beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan. Selain itu, beliau juga menjelaskan perbedaan konsep program CSV dan Non-CSV sebagai bentuk pemahaman kepada peserta yang hadir.
Focus Group Discussion (FGD) berlangsung secara aktif dan partisipatif. Seluruh peserta menyampaikan pandangan, aspirasi, serta kebutuhan terkait keberlanjutan Program Bengkel Sahabat Nelayan. Berdasarkan hasil diskusi, kelompok nelayan menyetujui rencana pemindahan dan penggabungan bengkel ke Bengkel 3 Bersaudara
Para nelayan juga mengusulkan agar Bengkel 3 Bersaudara dilengkapi dengan peralatan servis mesin kapal, sehingga kerusakan mesin kapal dapat ditangani langsung di lokasi bengkel tanpa harus mencari layanan di tempat lain
Selain itu, kelompok nelayan juga menyampaikan kebutuhan agar bengkel dapat menyediakan perlengkapan penunjang aktivitas melaut, seperti senar, jaring, mata pancing, timah pemberat, nikel, dan kebutuhan lainnya. mempermudah kebutuhan dan akomodasi nelayan
Dalam kesempatan tersebut juga ditetapkan sebanyak 29 anggota kelompok nelayan yang selanjutnya akan dibuatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pendataan ini bertujuan agar kebutuhan kelompok nelayan dapat teridentifikasi dengan jelas, sekaligus memastikan hak dan kewajiban (termasuk diskon khusus) anggota kelompok nelayan. Program ini diharapkan menjadi dukungan bagi nelayan ketika hasil melaut sedikit sehingga tidak merubah mata pencaharian utama nelayan.
Kegiatan ditutup dengan sosialisasi product knowledge oleh Ibu Wahyuni Sinta yang memperkenalkan website Dr. Lube. Platform tersebut dapat dimanfaatkan oleh nelayan maupun Bapak Rizal selaku pemilik bengkel untuk memastikan penggunaan oli yang tepat dan sesuai dengan spesifikasi mesin kapal maupun kendaraan.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, tim akan melakukan monitoring serta memastikan kebutuhan nelayan dapat dipenuhi sesuai hasil diskusi. Selain itu, direncanakan akan dilaksanakan peresmian kembali Program Bengkel Sahabat Nelayan pada bulan Juli 2026.