Komitmen Pertamina Lubricants Bersama Google Cloud Masuki Bisnis Industri 4.0


Kamis, 10 Nov 2022 | 15 views   13 likes


Jakarta - Sebagai komitmen perusahaan dalam implementasi industri 4.0, PT Pertamina Lubricants (PTPL), anak perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Sub holding Commercial & Trading Pertamina hadir dalam acara NEXT Leaders Connect yang diselenggarakan oleh Google Cloud Indonesia secara hybrid dengan tema Transforming with Resilience and Innovating in the Digital Era di The Tribrata Dharmawangsa Jakarta, pada 10 November 2022.

 

Next Leaders Connect adalah sebuah platform bagi para pemimpin atau top leaders di berbagai perusahaan di dunia untuk berbagi dan mengeksplorasi berbagai teknologi Google Cloud baru dan mendatang yang dapat membantu memecahkan tantangan bisnis kedepannya.

 

Platform ini juga merupakan wadah untuk belajar dari satu sama lain serta membentuk hubungan yang lebih dalam di dalam komunitas dan teknisi Google.

 

Acara dihadiri oleh oleh 911 tamu dengan komposisi 349 tamu tatap muka dan 562 tamu virtual. Dari Google dan pembicara eksternal hadir  antara lain *Managing Director Google Cloud SEA Balasubramanian, Head of Customer Engineering Digital Native Wisu Suntoyo, Customer Solutions Consultant, Infrastructure Modernization Johanes Glenn, Director Google Cloud Indonesia & Enterprise SEA Megawaty Khie, Chief Executive OŇ©cer Salim Group Reginald Josiah Hamdani dan Direktur Finance & Business Support PTPL Catur Dermawan.

 

Catur merupakan salah satu pembicara yang membahas tentang Transforming with Resilience - transformasi data di PTPL.

 

Sejak tanggal 12 november 2021, PTPL telah menggandeng Google Cloud untuk membangun ekosistem aplikasi business solution yang dapat memperkuat positioning PTPL dalam menghadapi kondisi bisnis yang Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity. Dengan begitu diperlukan adanya agility perusahaan yang baik dan tepat dalam menerapkan Teknologi Informasi khususnya pada era Teknologi Industri 4.0 yang perlu didukung dengan aplikasi serta partner pkl 60 yang reliable dan handal.

 

Dalam paparannya, Catur menyampaikan perencanaan apa saja yang sudah terlaksana dari kerjasama antara PTPL dan Google Cloud diantaranya adanya ICT Master Plan, Digitalisasi End To End, POWER dan Yuk Service.

 

Dalam mekanisme pengembangan pada aplikasi sebelumnya belum dikembangkan dengan dasar ICT Roadmap, sehingga tidak terintegrasi berbasis data serta belum mampu meng-capture customer insight.

 

Dengan scattered application tersebut maka menyulitkan PTPL untuk dapat menciptakan insight dari ekosistem yang sudah dibuat.

 

Untuk Digitalisasi End To End sendiri adalah suatu sistem supply chain terintegrasi berbasis QR code dari hulu (produksi), penyimpanan produk (warehousing), dan distribusi produk dari pabrik sampai ke distributor.

 

Di PTPL terdapat 3 stream aplikasi yaitu:

1. Product Digitization Management (PDM) yang berfungsi untuk meng-capture informasi produksi produk, informasi batch produk, lokasi produk dibuat, jenis formulasi yang dipakai dan identifikasi detail produk. Selain itu sistem berbasis IOT ini juga meng-capture Overall Equipment Effectiveness (OEE).

2. Warehousing Management System (WMS) yang berfungsi sebagai suatu sistem management penyimpanan dan pendukung supply chain produk termasuk didalamnya management transportir.

3. Distributor Management System (DMS) yang berfungsi sebagai sistem B2B untuk memenuhi pasokan supply produk ke distributor sesuai dengan market demand.

 

Dengan adanya MoU antara PTPL dan Google Cloud maka mampu menyediakan big data analysis untuk sistem digitalisasi end to end milik PTPL, menyediakan kapabilitas demand forecast melalui Data Analytics dan Machine Learningnya, dan memberikan prediksi bulanan supply chain produk baik untuk Met To Order (MTO) maupun Met To Stock (MTS).

Geotag Google juga memberikan keuntungan di transport management system di WMS untuk memberikan informasi rute paling efisien.

Akhirnya dengan kemampuan data analytics dan Machine Learningnya, PTPL dapat membuat dashboard dynamic pricing serta mengembangkan smart factory berbasis konsep industrial 4.0.

Selain itu ada juga POWER (Pertamina Owner and Mechanics Reward) yaitu suatu sistem B2B yang memiliki ekosistem lebih dari 80.000 outlet penyedia produk pelumas dengan kapabilitas digital sales product dari distributor ke outlet, trading order product, cashless channel payment, outlet loyalty management dan Outlet Financing bekerja sama dengan berbagai bank BUMN. Saat ini, POWER ini adalah platform terbesar PTPL yang memiliki basis data teknisi/montir kendaraan dan outlet product territory.

Aplikasi terakhir adalah Yuk Service yakni aplikasi B2C untuk layanan end customer dengan model O2O (Online to offline) berbasis web. di Yuk Service Ini, end customer dapat membeli produk Pertamina ataupun service kendaraannya baik di bengkel outlet PTPL maupun home service.

Dalam menghadapi tantangan kedepan, PTPL akan mengimplementasikan berbagai program sesuai dengan ICT Master Plan diantaranya adalah:

1. Pengembangan Platform B2C yaitu dengan modernisasi Yuk Service menjadi POWER Customer dengan tools pendukung dari Google seperti data analytics, geotagging, dan google ads.

2. Pengembangan Integrated Dashboard Management Tools untuk memberikan insight ke perusahaan, pengembangan sistem personal approach untuk Sistem Loyalty guna memberikan service “You Are Our Special Customer” untuk setiap konsumen.

3. Dengan Integrasi data internal dan eksternal maka diharapkan dapat mengembangkan business insight tools, memudahkan dalam merencanakan pengembangan product segmentation dan Production Planning, serta mengembangkan dynamic pricing.

PTPL yakin dengan kolaborasi bersama Google Cloud maka dapat menciptakan ekosistem Big Data Lubricants dan Specialty product yang kuat, dapat mengkombinasikan dan menganalisa customer behavior data, memperkuat kemampuan data analytics, memudahkan dalam integrasi aplikasi dengan APIgee sebagai API Management tools, dan akhirnya memberikan insight positioning perusahaan dan external/market demand.








TEMUKAN PELUMAS TEPAT
UNTUK OTOMOTIF,
INDUSTRI
& OVERSEAS,
DISINI